Awal tahun 2026 menjadi masa yang penuh kewaspadaan bagi masyarakat Aceh. Sejumlah daerah di provinsi tersebut masih menghadapi berbagai bencana alam yang berdampak pada aktivitas dan kehidupan warga.
Salah satu kabar paling mendesak datang dari Kabupaten Bener Meriah, setelah status Gunung Burni Telong dinaikkan menjadi Siaga. Peningkatan status ini menyebabkan warga yang tinggal di sekitar kaki gunung mulai mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Petugas telah menetapkan larangan beraktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah gunung, sehingga kegiatan berkebun dan pendakian dihentikan sementara demi keselamatan masyarakat.
Sementara itu, warga di Aceh Tamiang dan Aceh Utara masih berupaya memulihkan kondisi pasca banjir besar yang terjadi pada akhir tahun lalu. Lumpur dan sampah sisa banjir masih dibersihkan secara bertahap oleh warga bersama relawan. Pemerintah setempat memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat agar distribusi bantuan logistik tetap berjalan lancar serta perbaikan jaringan listrik yang rusak dapat segera diselesaikan.
Kondisi sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah, masih memerlukan penanganan. Namun, melalui kerja sama antara warga dan relawan, proses pembersihan terus dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dalam waktu dekat.
Di tengah situasi yang sulit, semangat gotong royong masyarakat Aceh tetap terlihat kuat. Fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi serta menyediakan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Diharapkan aktivitas Gunung Burni Telong segera menurun dan kondisi cuaca membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
Penulis : Wafa Aswah Azzakhrawany XI-D
