Perlu diketahui bahwa tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk pelecehan seksual verbal.
Apa Itu Pelecehan Seksual Verbal?
Pelecehan tidak semata-mata terbatas pada fisik, tetapi juga memiliki berbagai bentuk. Pelecehan seksual verbal adalah salah satu bentuk kekerasan yang menggunakan kata-kata bernuansa seksual, yang sering kali merendahkan martabat dan membuat seseorang merasa tidak nyaman.
Topik ini penting untuk dibahas karena masih banyak masyarakat yang menyepelekan atau menormalisasikannya hanya karena bentuknya berupa lisan. Oleh karena itu, dengan meningkatkan edukasi mengenai topik ini, kita dapat menjadi lebih sadar, yang kemudian mendorong upaya pencegahan.
Apa Saja Bentuk-Bentuk Pelecehan Seksual Verbal?
Bentuk pelecehan ini mencakup berbagai perilaku, seperti catcalling, komentar seksual, pertanyaan intim yang mengganggu privasi, serta lelucon yang bersifat seksual.
Catcalling adalah fenomena ketika seseorang melontarkan komentar bernuansa seksual kepada orang lain di ruang publik. Tindakan ini sering kali bertujuan untuk menarik perhatian, tetapi juga dapat merendahkan dan membuat korban merasa tidak nyaman.
Selain itu, terdapat komentar seksual, yaitu ujaran yang mengandung unsur seksual yang ditujukan kepada seseorang. Ada pula pertanyaan intim yang mengganggu privasi, yakni pertanyaan mengenai hal-hal pribadi yang disampaikan tanpa persetujuan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.
Bentuk lainnya adalah lelucon berkonten seksual yang sering kali dibungkus dengan dalih humor. Bentuk ini sering kali dinormalisasikan di ruang publik karena pelaku menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar, padahal tetap dapat merugikan dan melecehkan.
Dengan mengetahui batasan yang harus kita jaga, kita dapat meminimalkan terjadinya pelecehan seksual verbal.
Akan selalu ada orang yang menyepelekan hal ini dan menganggapnya “hanya untuk bercanda”. Oleh sebab itu, menertawakan candaan yang mengandung unsur pelecehan dapat memperkuat anggapan bahwa hal tersebut boleh dilakukan. Penting juga untuk mengenali batasan pribadi dan menyatakan ketidaknyamanan agar tindakan itu tidak dilanjutkan atau dinormalisasikan.
Apa Saja Dampaknya terhadap Korban Pelecehan Seksual Verbal?
Menurut IDN Times, dampak bagi korban terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
-
Menurunnya rasa percaya diri
Pelecehan verbal sering kali berisi komentar yang merendahkan atau menyinggung diri seseorang. Hal ini dapat membuat korban mulai meragukan dirinya sendiri sehingga kehilangan kepercayaan diri. -
Munculnya kecemasan dalam interaksi sosial
Korban bisa menjadi lebih takut saat berinteraksi dengan orang lain. Mereka mungkin khawatir hal serupa akan terulang sehingga menjadi lebih tertutup atau menghindari situasi sosial. -
Overthinking dan rasa bersalah yang tidak perlu
Korban sering kali memikirkan kembali kejadian yang dialami, bahkan menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi. -
Memicu stres dan suasana hati yang tidak stabil
Pengalaman tidak menyenangkan tersebut dapat memicu stres yang kemudian berdampak pada perubahan suasana hati. -
Kehilangan rasa aman terhadap lingkungan
Lingkungan yang seharusnya terasa aman bisa berubah menjadi sumber ketidaknyamanan. Korban mungkin merasa tidak terlindungi dan selalu waspada sehingga sulit merasa tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Memahami dampak yang dialami korban membantu meningkatkan kesadaran untuk tidak meremehkan besarnya pengaruh yang mereka rasakan sehingga kita dapat hidup dengan terpenuhinya hak untuk merasa aman di lingkungan kita sendiri.
Bagaimana Cara Menangani Pelecehan Seksual Verbal?
Mengutip Verywell Mind, menghadapi pelecehan verbal bisa terasa sangat berat. Oleh karena itu, penting untuk menemukan cara melindungi diri sendiri. Mulailah dengan langkah pertama dan lanjutkan secara bertahap.
-
Tegur perilaku yang menyinggung
Beritahu pelaku alasan mengapa perkataannya tidak pantas, jelaskan bagaimana perasaanmu terhadap kata-kata tersebut, dan jelaskan mengapa hal itu tidak dapat diterima. -
Tetapkan batasan yang tegas
Menetapkan batasan yang tegas dengan konsekuensi yang jelas dan sederhana adalah langkah penting. Salah satu contohnya adalah, “Jika kamu berbicara seperti itu lagi kepadaku, aku akan pergi.” -
Tegakkan batasan tersebut
Ketika batasanmu dilanggar, berusahalah untuk tetap tenang saat menjelaskan situasinya. Contohnya, “Saya sudah bilang kalau kamu bicara seperti itu lagi, saya akan pergi. Karena kamu baru saja melakukannya, saya harus pergi sekarang.” -
Cari bantuan
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
-
Hubungi layanan hotline resmi
SAPA 129 (KemenPPPA): hubungi 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129
TePSA (Telepon Sahabat Anak): hubungi 1500-771
Komnas Perempuan: menerima pengaduan kekerasan terhadap perempuan
Direktori layanan (carilayanan.com): mencari lembaga terdekat -
Dukungan psikologis
Ceritakan kepada orang terpercaya, seperti keluarga atau teman, dan jangan memendam masalah ini sendiri.
Apa yang sering dianggap sekadar kata-kata nyatanya bisa meninggalkan luka yang tak terlihat. Maka, memahami, menghargai batas, dan berhenti menertawakan hal yang menyakitkan adalah langkah kecil untuk menciptakan dunia yang lebih aman bagi semua.
Pelecehan seksual verbal merupakan permasalahan yang sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar bagi korban, baik secara emosional maupun sosial. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bentuk dan dampaknya, menjaga batasan dalam berinteraksi, serta tidak menormalisasi perilaku tersebut. Dengan demikian, setiap individu dapat hidup dengan rasa aman dan mendapatkan haknya untuk dihormati.
Penulis : Masayu Qaisya Rahadiva XI-F