ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤSumber : Pinterest
Dalamnya rasa yang kusembunyikan,
ada ketulusan yang tumbuh terlalu besar
hingga tak lagi mampu kutahan sendiri.
Kita dipertemukan oleh cinta yang sama,
namun dipisahkan oleh iman yang berbeda.
Seolah semesta membangun tembok begitu tinggi
hingga segala perjuanganku
tak pernah cukup untuk melewatinya.
Aku pernah percaya,
cinta mampu menaklukkan segalanya.
Namun di hadapan takdir,
perasaan hanyalah sesuatu
yang perlahan diajarkan untuk merelakan.
Maka jika pada akhirnya
aku memilih pergi,
bukan karena rasa ini telah hilang
melainkan karena aku sadar,
ada cinta yang diciptakan
hanya untuk singgah,
bukan untuk menetap.
Penulis: Callysta Nur Oktaviani XI-B