Seberapa Penting Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri?


Pada umumnya remaja berusia 12-15 tahun rentan terserang anemia, terutama pada remaja putri (rematri) karena mengalami menstruasi yang deras. Hal tersebut menyebabkan berkurang nya sel darah merah. Jika sel darah merah kurang dari 9-10 g/dl, maka seseorang tersebut akan mengalami anemia. Selain karena hal itu anemia terjadi karna kekurangan zat besi, asam folat atau vitamin B12. Anemia sendiri diikuti dengan beberapa gejala, seperti mengalami kelelahan, gampang capek, pusing, sakit kepala, jantung berdebar, kulit dan rambut kering, tangan dan kaki dingin.

(Foto siswi MAN 1 Cianjur yang menerima Tablet Tambah Darah)

Oleh karena itu rematri yang terserang anemia harus lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat atau vitamin B12 juga menerapkan pola makan yang sehat, seperti mulai mengonsumsi sayuran hijau, daging merah, susu, dan sereal. Juga harus mulai membatasi makanan yang mengandung fitat dengan cara mengurangi konsumsi pada kacang-kacanganan, gandum, anggur, teh hitam, kopi dan jagung. Selain dengan cara mengatur pola makan, untuk  menjaga agar sel darah merah tetap stabil maka yang harus dilakukan adalah meminum suplemen tambah darah atau Tablet Tambah Darah (TTD).

TTD ini mengandung zat besi dan asam folat sehingga berperat sangat penting, karena akan membantu meningkatkan status gizi dan mengurangi terjadinya anemia dan penyakit jantung koroner di kalangan rematri. Selain itu, bagi rematri yang sudah terserang anemia, TTD berfungsi untuk menggantikan zat besi yang hilang bersama darah saat menstruasi.

Pemberian TTD juga bertujuan untuk meminimalkan resiko anemia yang berdampak pada kesehatan, Selain itu, tablet tambah darah juga berguna untuk mempersiapkan rematri dalam proses pertumbuhannya dan untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat pada kesehatan. Karena rematri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia saat hamil. Hal ini akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak. 

Meskipun banyak pengaruh baik yang diberikan oleh tablet tambah darah bagi remaja, mengonsumsi TTD tidak terhindar dari pendapat pro dan kontra. Adapun pendapat pro mengenai penggunaan tablet tambah darah:

  • Mencegah Anemia: Tablet tambah darah dapat membantu mencegah anemia,kondisi yang ditandai dengan kekurangan darah merah.Remaja putri memiliki resiko lebih tinggi mengalami anemia,khususnya karena mereka mengalami menstruasi setiap bulannya.
  • Meningkatkan Kualitas Hidup: Konsumsi tablet tambah darah dapat meningkatkan kualitas hidup remaja putri,baik dalam hal kesehatan.
  • Menjaga Kesehatan Selama Kehamilan: Remaja putri yang rutin minum tablet tambah darah dan bebas anemia, Ketika sudah dewasa dan hamil, bisa menjalani kehamilan yang sehat dan minim resiko kompliksasi kehamilan. Bayi yang dilahirkan pun dapat tumbuh sehat, lahir dengan berat badan ideal, dan mencegah stunting.

Adapun yang berpendapat kontra pada penggunaan TTD sebagai berikut

  • Efek Samping: Seperti obat lainnya,tablet tambah darah juga bisa memiliki efek samping. Beberapa orang mungkin mengalami masalah pencernaan, seperti sakit perut, sembelit, atau diare.
  • Ketergatungan: Ada kekhawatiran bahwa penggunaan jangka panjang tablet tambah darah bisa membuat tubuh menjadi kurang efisien dalam menyerap zat besi dari makanan.
  • Masalah kesehatan lain: Meski jarang, konsumsi zat besi yang berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti keracunan zat besi,tetapi mengonsumsi tablet tambah darah terlalu banyak bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Tetapi pada pendapat yang kontra pada point ke 3 itu adalah mitos. Karena terjadinya tekanan darah tinggi bukan karena banyaknya volume sel darah merah. "Penyebab tekanan darah tinggi adalah gangguan sirkulasi, ginjal, dan lainnya," kata Endang dikutip dari siaran di Youtube Kementerian Kesehatan pada Senin (1/2/2021)Dan untuk menghindari efek samping dari mengonsumsi TTD tersebut, konsumsilah TTD setelah makan dan jangan saat perut kosong.

Jadi, kesimpulannya penggunaan TTD sangat dianjurkan untuk para remantri yang sudah mengalami menstruasi setiap bulannya. Karna selain dengan mengonsumsi makanan dengan seimbang dan yang mengandung zat besi dan asam folat, TTD dapat menggantikan zat besi yang hilang karena menstruasi juga membantu menurunkan angka anemia di Indonesia. 

Penulis: Lea rayma lee
Editor: Salsabila Rosdiani


                                   

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama